Serba-Serbi Kehidupan Sastra

Terima kasih telah mengunjungi blog ini

Jumat, 22 Agustus 2014

Kisah Anak Kos Baru

Hei, bersyukur sekali hari ini aku bisa menggerakkan jemari kembali untuk berbagi cerita dengan teman-teman media massa. oke, kali ini aku pengen cerita tentang kehidupan awalku di Yogyakarta sebagai anak kos.

Kamis, 14 Agustus 2014

PPSMB as Lantern in the Dark!


PPSMB, mungkin terdengar asing bagi masyarakat pada umumnya. Oke, pada kesempatan kali ini, saya Mita Putri Indrayanti dari Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada akan membagikan sedikit goresan-goresan sebagai mahasiswa baru UGM 2014.

PPSMB adalah Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru. Yaaa gambaran umumnya PPSMB adalah “OSPEK”nya UGM. Pada tahun 2014, PPSMB dibagi menjadi 3 bagian, yakni PPSMB Universitas yang bernama PALAPA, PPSMB Fakultas, dan PPSMB Jurusan. Nama PPSMB Fakultas dan PPSMB Jurusan berbeda-beda, sesuai fakultas dan jurusan masing-masing. Pada Fakultas Teknik, nama PPSMB Fakutasnya PRISMA, dan pada jurusan Teknik Kimia, nama PPSMB Jurusannya POLIMER.
Ketiga bagian PPSMB tersebut saya yakin memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk kami, para Mahasiswa Baru UGM. Kalau menurut saya pribadi, PPSMB as Lantern in the Dark. PPSMB seperti lentera dalam kegelapan. Mengapa lentera? Bukan matahari, bulan, bintang, lilin, senter? Karena:
1.      Matahari hanya muncul saat pagi, siang, dan sore hari. Di saat itu tidak ditemukan kegelapan. Kalau pun ada suatu ruangan yang gelap gulita, maka sinarnya menyusup hanya pada jarak tertentu saja dan itu tidak cukup untuk pandangan kita.
2.      Bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari.
3.      Bintang, memang bintang memantulkan cahaya sendiri dan menerangi kegelapan malam. Namun bintang saja tidak cukup.
4.      Lilin, panasnya akan membakar lilin itu sendiri sehingga tubuhnya akan habis perlahan.
5.      Senter terlalu instan, padahal sesuatu yang didapat dengan instan hasilnya tidak akan maksimal.

Sedangkan Lentera, lentera sangat fleksibel dan sangat berarti bagi manusia. Lentera lebih tahan lama daripada lilin, dan lebih butuh perjuangan daripada senter. Jadi ibaratnya seseorang mau melewati sebuah lorong panjang yang sangat gelap, namun ada setitik cahaya di ujungnya. Jika seseorang itu membawa lentera, ia butuh perjuangan dalam menyalakannya, kemudian ia akan membawanya menyusuri lorong. Hanya lentera yang menemaninya hingga menuju titik terang itu.
Jadi, maksud saya, PPSMB ibarat lentera awal kita agar kita lebih mengenal kampus kita tercinta, UGM, yang akan menunjukkan kepada kita bagaimana kita bisa menjalani kehidupan sebagai mahasiswa akan mencapai kejayaan di masa yang akan datang sehingga mampu menjunjung nama Indonesia kita tercinta!