Serba-Serbi Kehidupan Sastra

Terima kasih telah mengunjungi blog ini

Kamis, 19 September 2013

tes psikologi kepribadian manusia

Tes psikologi kepribadian manusia:

1. pada suatu hari, ada seekor burung berwarna biru masuk ke dalam rumah anda. anda sangat ingin memelihara burung tersebut. kemudian terjadi keanehan pada hari ke dua burung itu berubah warna menjadi kuning. pada hari ketiga burung itu berubah kembali menjadi merah kemudian hitam. pada hari berikutnya apakah warna burung tersebut menurut anda?a. tetap hitam
b. berubah kembali menjadi warna biru
c. berubah menjadi warna putih
d. berubah menjadi warna keemasan

Pembahasan:
[a]. menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang pesimis. apakah anda cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi uruk, maka tidak akan kembali normal? mungkin anda harus mencoba berfikir, jika situasi sudah sangat buruk maka tidak akan berubah menjadi buruk lagi. ingatlah bahwa tidak ada hujan yang tak kan berhenti dan tak ada malam yang terus menerus gelap dimana tidak ada fajar.

. menggambarkan bahwa anda adalah seorang yang optimis. anda percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. tidak ada gunanya melawan kenyataan. anda menerima kemalangan dengan tenang dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stress dan khawatir. harapan ini membuat anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut didalamnya.

[c]. menggambarkan anda adalah orang yang tenang dan tegas dibawah tekanan. anda tida perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak mengambil keputusan ketika terjadi krisis. jika situasi memburuk, anda memilih untuk membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada berhenti dalam kesedihan yang tak perlu. pendekatan pro aktif ini berarti seala sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.

[d]. menggambarkan anda adalah orang yang tidak memiliki rasa takut. anda tidak mengenal tekanan bagi anda, setiap masalah adalah kesempatan. anda dapat dibandingkan dengan napoleon yang berkata "mustahil" tapi berhati2lah untuk tidak membiarkan kepercayaan diri yang tidak terbatas mengalahkan anda. ada batas tipis antara tidak memiliki rasa takut dengan membabi buta.



2. bayangkan jika anda sedang terjun bebas dari atas menggunakan parasut, kemudian anda melihat kebawah. kira2 pemandangan apa yang anda lihat di bawah?

a. dari kiri ke kanan hanya hamparan bebatuan
b. ada binatag liar super ganas yang siap menyambut anda
c. sungai yang mengalir
d. hamparan padang rumput yang berhias bunga2 cantik
Pembahasan:
[a]. menggambarkan sikap yang selalu waspada

[b]. tidak pernah melewatkan kesempatan untuk tertawa bahkan saat ditimpa masalah

[c]. terlalu sibuk berfikir dan lebih memanfaatkan energi yang ada untuk siap menyambut apapun yang akan terjadi

[d]. menunjukkan tingginya rasa optimis

3.

3. ketika anda sedang berjalan, anda memikirkan hal2 lain. dengan tidak sengaja anda menabrak sebuah tong sampah. tong sampah tersebut jatuh terguling dan menumpahkan isinya. menurut anda, apa isi tong sampah tersebut?

a. tidak ada sampah di dalam tong tersebut
b. sampah yang dibungkus plastik dan terikat rapi
c. tulang ikan, biji apel, dan sampah2 lain
d. tumpukan sampah tumpah kejalan

Pembahasan:
[a]. anda cenderung hidup tanpa menarik perhatian atau berpura2. apa yang anda lihat itulah yang didapatkan, hanya kejujuran inilah yang membuatnya menarik. anda memiliki rasa penguasaan diri yang kuat, mungkin terlalu kuat. anda tidak suka memperlihatkan kelemahan atau mengeluh, hanya diri anda tidak mengijinkan anda. tapi membiarkan orang lain mengetahui apa yang sebenarnya anda rasakan bukanlah tanda rang lemah, jangan terlalu kenyang dan biarkan udara keterbukaan masuk sebelum semua sampah membusuk dan mulai berbau busuk
[B]karena ceroboh, anda tersandung tong sampah. meumpahkan sesuatu yang telah tertutup rapi lantas membukanya sehingga terlihat keseluruh dunia. pandangan anda terhadap isi tong menyiapkan hal2 yang ada dalam diri anda yang berusaha nda sembunyikan dari umum
[c]. anda adalah orang yang menyembunyikan nafsu makan dan keinginan alamiah terhadap makanan. mungkin anda sedang (atau hanya menghindari) diet, atau masalahnya hal itu sedang menekan anda. tidak perlu terlalu ekstrim melakukannya karena mungkin akan membawa kebaikan bagi anda untuk memakai uang untukk makan di restoran bersama teman anda
[d]. anda mungkin bersikap jujur dan terus terang pada orang lain, tapi sebenarnya memiliki setumpuk perasaan tak terkatakan yang terkunci di dalam. anda mungkin memperhatikan perasaan itu sebagai rasa frustasi biasa, tapi ketika memikirkannya bukankah ada saat anda menahan sesuatu yang harus dikaakan?


4.

4. suatu ketika ada tersesat di sebuah tempat, di saat anda merasa lapar anda melihat sebuah rumah dari permen. apakah yang akan anda lakukan?

a. memakan apapun yang ada dihadapan anda
b. memilih permen yang anda sukai dan tidak tertarik dengan permen yang lain.
c. anda tidak suka permen dan lebih memilih keripik kentang
d. wajib mencoba sebanyak mungkin permen yang ada

[B]reaksi anda pada rumah permen menunjukkan sikap anda dalam persahabatan

[a]. polos seperti anak kecil, sehingga mudah dimengerti dan diterima orang lain, tetapi juga mudah ditipu

. membatasi diri, sudah cukup bila menemukan satu orang dengan minat dan selera yang sama

[c]. berusaha terlihat berbeda termasuk dalam memilih teman

[d]. tidak keberatan bertemu orang banyak, tapi belum bersedia berhubungan lebih dengan seseorang


5.

5. bayangkan anda ada di sebuah dataran dengan langit yang biru dimana anda merasa nyaman dan tentram. kemudian pilih salah satu dari tempat berikut.

a. dataran yang dipenuhi salju putih
b. gunung yang hijau
c. lautan biru
d. hamparan padang bnga berwarna kuning
pembahasan:
[a]. anda diberikan oleh sensitivitas khusus yang membuat anda mengerti dengan pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti atau penjelasan. anda memiliki kemampuan untuk membuat keputusan, bahkan menjadi seorang visioner. percayalah selalu intuisi anda yang pertama, mereka akan menuntun anda dengan baik

[b]. bakat anda adalah berkomunikasi yang ekspresif. anda selalu dapat menemukan kata2 untuk mengekspresikan apa yagn dirasakan. orang2 segera menyadari itu juga sama persis dengan yang mereka rasakan. mereka berkata bahwa berbagi kebahagiaan semakin menjadi berlipat ganda sementara berbagi duka membuat kita semakin terpisah. anda nampak selalu bisa menolong orang lain dan menemukan sisi lain yang benar dalam komunikasi

[c]. anda memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi. orang orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang lain dengan cara anda membantu bermacam2 keluarga bersama2. hanya dengan berada disana anda membantu orang lain bekerja lebih lancar dan efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu proyek atau tim. ketika anda berkata bagua, teruskan kerja anda yang baik. orang2 tahu anda mengatakan yang sebenarnya. jadi kata2 itu sangat berarti bagi mereka yang mendengarnya

[d]. anda adalah sumber pengetahuan dan kreatifitas, penuh dengan gagasan dan potensi yang hampir tidak terbatas. tetaplah menyesuaikan dir terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah bermimpi membangun mimpi. tidak ada impian yang tidak bisa tercapai

6.

6. sebuah cangkir keramik berwarna putih polos siap anda hias dengan lapisan cat warna biru pola apa yang anda pilih?

a. garis2
b. bulat2
c. garis berombak
d. kotak2 seperti papan catur
[B]pola yang kita pilih menggambarkan hubungan anda dengan orang lain.

[a]. bisa memecahkan masalah dengan cepat dan tajam, tumpuan harapan dalam kesulitan.

. menunjukkan kemampuan artistik bahkan eksentrik. sedikit aneh tapi sering memiliki jawaban untuk pemecahan masalah.

[c]. punya segudang cinta untuk disebarkan kepada setiap orang disekitarnya.

[d]. seolah tampak seperti punya waktu sehingga melupakan masalahnya sendiri.


7.

7. suatu hari anda sedang berjalan di hutan, kemudian anda melihat sebuah rumah yang pintunya sedikit terbuka. apakah yang ada dipikiran anda saat itu?

a. rumah itu sedang dirampok
b. mungkin pintunya sengaja dibuka karena penghuninya sedang meyapu
c. pemilik rumah lupa mengunci pintu

[B]membayangkan kenapa sebuah pintu terbuka berhubungan dengan cara anda beraksi dalam keadaan darurat.

[a]. menggambarkan orang yang tidak sempat panik karena sibuk mencari solisi.

[b]. orang yang terlihat santai tapi tidak pernah lelah.

[c]. orang yang sangat santai bahkan dalam situasi genting.

Rabu, 11 September 2013

Sakura On My Mind


Sebuah kisah terukir dalam lembaran surat biru dalam kalbu. Lirih, angin menerpa wajahku yang mulai lupa bagaimana caranya untuk tersenyum, bagaimana cara menikmati dunia yang hanya sementara. Aku pun duduk di bangku panjang di depan kelas, mengenang masa-masa indah yang sekejap mulai menghilang dan menjauh dari nyataku.
Banyak orang yang berpendapat bahwa masa-masa SMA merupakan masa terindah dalam hidup. Lain halnya denganku. Hatiku sangat berat ketika meninggalkan dunia SMPku dan beranjak ke dunia yang serba dewasa.
Masa-masa MOS kian menjemput. Peluit tanda perang mulai disemarakkan. Kakak kelas yang membimbing mulai menampakkan wajah sangarnya, menyiutkan hati yang tengah gusar ini. Apalagi pagi ini aku datang terlambat, dan dipisahkan dari barisan kelas. semakin gusarlah hati ini.
Rasa syukur kupanjatkan karena aku mendapati seseorang yang sekelas denganku juga dipisahkan dari barisan karena tidak memakai kaos kaki setengah lutut. Ia pun akhirnya berdiri di sisiku. Ada perasaan hangat ketika ia melangkah mendekat ke arahku.
Salah seorang kakak kelas wanita mendekatiku, kemudian mengambil kartu nama yang terpasang di saku pakaianku. Dengan tersenyum sinis, ia menyoret kata “Metha” di kartu namaku. Kemudian ia berjalan menuju teman sekelasku tadi yang berdiri di sisiku. Ia juga menyoret nama siswa pria itu. Sekilas aku melirik ke arahnya. Wajahnya sangat khas dengan rambut ikal yang lucu. Tubuhnya cukup tinggi, dan kulitnya pun putih. Kulirik kartu nama yang telah dianiaya oleh kakak kelas tak berperasaan tadi. Dari situ, aku tau namanya. Dan...sungguh nama itu sangat cocok untuknya.
Tanpa kusadari ternyata sedari tadi kakak kelas memarahi siswa-siswa yang melanggar peraturan, termasuk aku. Seorang kakak kelas yang begitu marah karena ucapannya tak kuperhatikanpun mulai naik darah.
“Hei! Kamu ini keterlaluan sekali! Ada kakak kelas yang berbicara malah ngga diperhatikan!” hardik kakak kelas dengan garangnya. Aku yang masih belum sadar dari alam takjubkupun justru tersenyum-senyum memperhatikan ketampanan siswa pria tadi.
“Metha! Ada apa dengan Izura?! Kenapa kamu liatin dia terus?! Mitha!” teriak kakak kelas tadi dengan nada tinggi dan membahana.
Merasa namanya disebut-sebut, lelaki yang bernama Izura itupun menoleh, dan mendapatiku tengah memperhatikannya. Pandangannya yang tajam itulah yang justru membangunkanku dari lamunan.
Rasa gugup dan malu menjalar ke otakku. kakak kelas tadi tiba-tiba saja menangis. Dengan terisak, ia mulai memasang wajah memelas, “Kalian tau ngga, dhe? Dua bulan kakak nyiapin acara MOS ini! Dua bulan kakak-kakak disini ngga libur! Dua bulan dhe, dua bulan! Tapi apa hasilnya?! Apa yang kami dapet?! Banyak diantara kalian yang masih melanggar peraturan! Bahkan salah satu dari kalian dengan terang-terangan tidak memperhatikan kami ketika berbicara! Kakak kecewa, dhe! Kecewa!”
Akupun tersindir oleh ucapan kakak kelas itu. Ditambah lagi kakak kelas yang lain mulai turun tangan membentak-bentak angkatan kami. Rasa bersalah mulai menyerangku.
Tak kusangka sebuah tangan yang memegang permen bermerk “sakura” terulur ke arahku. Ternyata tangan itu milik Izura. Aku pun melihat ke arahnya.
“Ambillah!” bisiknya lirih sembari merundukkan tubuhnya agar lebih dekat dengan telingaku
Aku pun meraih permen itu perlahan. Izura terseyum tipis, dan ia menambahkan, “buat ngusir rasa bersalahmu. Udah ngga usah dipikirin! Kakakku sekolah disini. Katanya, kakak-kakak kelas kita yang mbimbing kita waktu MOS itu cuma acting. Mereka ngga bener-bener marah ke kita.”
“Makasih..” jawabku lirih. Kemudian kami tertawa lirih tak bersuara.
“Sejak pertama kali melihatmu, aku telah merasakan hal yang berbeda. Seakan hidup ini lebih bermakna, dan masa-masa SMA adalah hal yang tak terlupa,” curahanku setelah anganku mengembara pada masa-masa awal ku menginjakkan kaki di SMA.
Kuambil sesuatu berharga dari balik kantong saku pakaianku. Sebuah permen lengkap dengan bungkusnya dengan motif kotak-kotak jingga berpadu dengan putih bertuliskan “Sakura”. Permen itu adalah permen pemberian Izura yang mampu mengusir rasa bersalahku pada musim itu. Bayangan akan masa-masa indah kembali menyeruak.
“Mau somay?” tanya Izura sewaktu kami belajar kelompok bersama. Tidak hanya berdua tentunya. Kami belajar ramai-ramai berempat. Aku, Izura, Iska, dan Almira. Dalam proyek  PKn yang akan kami bahas, kami saling berpasangan. Aku dengan Iska, Izura dengan Almira. Iska adalah siswa laki-laki yang asyik dan manis. Dalam proyek pkn ini, aku dan Iska berencana akan membuat boneka mini berpakaian adat padang.
“Mau beli bahan kapan ya, Is?” Tanyaku pada Izura yang duduk di hadapanku. Ia tampak tak serius menanggapi ucapanku.
“Terserah. Yang penting jangan sekarang,” jawab Iska yang asyik bermain ponsel di kedua tangannya.
“Sekarang aja si! Biar proyeknya cepet selese,” tanggapku. Seketika itu pula ia mendelik ke arahku.
“Ei?! Aku lagi ngga pegang uang meth! Besok aja si!” jawabnya sewot ke arahku.
“Iya, aku tau kamu lagi ngga pegang uang. kamu kan lagi pegang DUA hp di tangan kanan dan kiri. Mentang-mentang pacarmu banyak,” sindirku yang sepertinya mengena di hati.
“eee... Cemburu apa gimana nih? Hayoo... ketauan...,” ledek Iska.
Akupun sewot sendiri sambil mencibir. Ku keluarkan hp nokiaku dari saku, dan betapa terkejutnya aku ternyata ada pesan dari Izura. Aneh, Izura kan ada disini. Kenapa dia ngga bilang langsung aja?
Kubuka pesan tersebut yang berbunyi “oh, mentang-mentang udah ada Iska jadi aku ngga diperduliin. Jadi Iska lebih nyenengin daripada aku! Ok, pacaran aja sama Iska sana!”
Akupun terkejut membacanya apa maksud Izura sms begini? Kulirik sekilas ke arah Izura. Ternyata dia dan Almira sibuk sendiri. Almira sibuk menyalin PR matematika Izura, dan Izura sendiri malah sedang melukis sebuah hati yang patah.
“Zura! Kamu mau beli bahan-bahan kapan? Bareng aja yuk sama aku dan Metha!” teriak Iska pada Izura. Namun Izura malah tak menjawab pertanyaan Iska.
“Izura!” panggil Iska lagi dengan lebih kencang. Lagi-lagi Izura tak menjawab. Akupun mulai khawatir pada Izura.
“Izura......” panggil Iska sekali lagi yang kali ini dibuat-buat seperti suara wanita. Almira pun tertawa, dan membantu memanggil Izura yang ada di sampingnya, “Izura, itu dipanggil pacarmu, si Iska!”
Namun di luar dugaan, Izura justru bangkit, kemudian pergi menuju motornya. Dengan cepat, Izura melesat meninggalkan taman kota dan memberikan tanda tanya besar bagi setiap orang, termasuk aku.
“Kamu memang aneh, Zur! Kamu marah melihatku lebih dekat dengan pria lain. Padahal, diantara kita belum terjalin hubungan yang serius!” ujarku di alam yang sebenarnya. Alam yang bukan di khayalan beberapa tahun yang lalu. Ku mainkan permen di genggamanku. Oh, Izura! You are the sakura on my mind!
Angan kembali bermain ke masa-masa dimana Izura mengungkapkan perasaannya padaku. Walau tidak secara langsung, namun hatiku merasa bagai diguncang angin kencang. Rasa tak percaya bercampur bahagia beraduk menjadi satu. Orang pertama yang kubagi cerita adalah Iska. Aku merasa sangat tenang setelah menceritakannya.
Suatu siang, aku terpana akan keberanian Izura. Di depan teman sekelas, Izura memberiku dua buah boneka laki-laki dan perempuan, yaitu boneka Ipin dan Mei-mei. Boneka Mei-mei yang ia berikan sungguh mirip denganku. Dengan rambut panjang yang dikepang. Rasa senang kembali menyelimuti hati yang tengah gundah karena nilai matematika yang sama sekali tak memuaskan.
“Cie.... Bonekanya buat aku satu dong...!!” ledek Iska padaku, yang langsung kubalas dengan mencubit tangannya yang kekar.
Namun Izura segera melerai kami, dan mengajakku pulang bersama, “Eh, udah-udah! Pulang bareng yuk!”
Baru aku akan menjawab, temanku yang bernama Tika langsung menyerobot, “Yuk pulang Meth! Kamu kan udah janji mau pulang bareng sama aku hari ini!”
Ada rasa kecewa di hati. Rasa bimbang menyeruak. Namun akhirnya aku memutuskan untuk memenuhi janjiku pada Tika, dan mengundur kebersamaanku dengan Izura.
Baru sebentar aku merasakan getaran cinta yang menusuk dadaku, musibah datang pada hubungan kami. Tanpa alasan dan tanpa penjelasan, Izura memutuskan hubungan kami, dan memilih untuk kembali dengan mantannya. Betapa sakit yang kurasakan. Namun apa yang dapat kulakukan? Tak ada! Aku hanya harus merelakannya pergi meninggalkanku.
Seminggu penuh, aku terus meratapi keputusannya yang tiba-tiba. Hingga hari minggu pun tiba. Aku mengajak Izura bertemu di Taman Kota. Rencananya aku hendak mengembalikan boneka yang telah ia beri untukku.
“Ada apa?” tanya Izura dingin tanpa ekspresi.
“Aku....aku.....aku cuma mau ngembaliin boneka ini!” kataku terbata-bata sembari mengulurkan boneka yang telah kuganti pakaiannya dengan pakaian jahitanku sendiri.
“Sebelumnya aku minta maaf, aku udah ngganti pakaian boneka ini dengan pakaian pengantin jahitanku sendiri. Soalnya...waktu itu aku...berharap hubungan kita akan semakin dekat. Tapi ternyata....ah sudahlah! Aku ngga pantas ngomong kaya gini ke kamu. Kamu sekarang udah punya cewe. Em...jaga cewemu baik-baik ya! Jangan sakiti hatinya! Kamu boleh kok ngasih boneka ini buat dia. Bilang aja kamu yang njait pakaiannya. Aku yakin, dia pasti tersanjung,” paparku panjang lebar. Entah mengapa aku merasa ada yang aneh di wajah Izura setelah aku berbicara demikian. Entah karena dia merasa bersalah, atau memang itu hanya perasaanku saja.
“Boneka itu.....kamu simpan aja. Anggap aja itu kenang-kenangan dariku. Udah kan? Ngga ada yang mau dibicarain lagi? Kalo gitu aku mau pergi dulu,” hanya itu jawaban yang kudapat.
Kupandangi punggung pria yang semakin lama semakin mengecil, semakin termakan oleh jarak. Dalam genggamanku masih tersimpan dua boneka berpakaian pengantin putih. Seandainya saja yang memakai pakaian itu aku dan Izura, bukan boneka yang hanya menyisakan kenangan.
Esok harinya, setelah pelajaran ekonomi selesai, hasrat ingin membuang airku tiba-tiba muncul. Dengan segera, akupun menuju WC yang berada dibelakang lapangan. Setelah aku membuang hasil eskresi ginjalku, akupun berniat hendak kembali ke kelas.
Langkahku tertahan ketika ku melihat sosok pria yang sangat kukenal berkeringat sambil memegangi perutya. Wajahnya menampakkan penderitaan. Sepertinya dia menahan rasa sakit yang sangat hebat. Perlahan ia mulai lemah, dan jongok.
“Izura!” pekikku lirih. Ada apa sebenarnya dengan Izura? Apa dia sakit? Rasa khawatir kian menyerang benakku. Hati kecilku beradu dengan egoku. Bagaimanapun jua rasa cintaku pada Izura masih sangat besar.
Sepertinya Izura mulai membaik. Kini ia dapat bangkit, dan berjalan menuju arahku. Akupun segera masuk ke WC kembali untuk bersembunyi. Ketika aku keluar dari persembunyianku, aku melihat ke arah tempat dimana Izura sepertinya merasakan rasa sakit. Pandanganku menemukan sebotol obat yang sangat asing bagiku. Merasa penasaran, akupun memungutnya.
Sore harinya, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi apotek dekat sekolah. Aku penasaran akan obat yang ditinggalkan oleh Izura.
“Ini adalah obat keras berdosis tinggi. Biasanya yang mengonsumsi obat ini adalah para penderita kanker yang sudah cukup parah,” jelas penanggung jawab Apotek.
Deg! Seketika itu pula ragaku serasa dihempas ke bumi dari ketinggian 1000 kaki. Izura mengidap kanker? Mengapa ia menutupi semua itu dariku? Apa ini adalah salah satu alasan mengapa Izura memutuskan hubungan kami?
Kebetulan hari itu para Pecinta Alam sedang latihan di Sekolah, dan kebetulan juga Izura tergabung dalam komunitas Pecinta Alam. Akupun segera berlari menuju sekolah untuk menemui Izura.
“Kenapa kamu menyembunyikan penyakitmu dariku?” tanyaku pada Izura. Aku tak berani untuk menatapnya secara langsung. Rasanya mataku panas, dan buliran air mata mendesak ingin keluar.
“Maksud kamu apa?” tanya Izura yang sepertinya belum mengerti.
“Aku udah tau semuanya! Tentang penyakit kamu, tentang kondisi kamu, semuanya aku tau! Kenapa kamu ngga mau berbagi rasa sakitmu denganku? Kenapa?” jawabku dengan penuh emosi. Air mataku bergulir silih berganti.
“Karena aku... aku sayang kamu! Aku ngga mau kamu sedih seperti sekarang. Cukup aku saja yang merasakan sakit. Kamu ngga perlu ikut menanggung rasa sakit ini,” papar Izura.
Tiba-tiba Izura memekik keras sembari memegangi perutnya. Rasa khawatir kembali menghampiri. Izura menolak dibawa ke Rumah Sakit. Dia bilang, dia hanya membutuhkan obatnya. Kuangsurkan obat yang tadi kutemukan.
Setelah meminum obat itu, ternyata Izura semakin merasakan sakit. Pada saat itu pula Iska berada di dekat kami. Dan pada ahirnya Iska membantuku membawa Izura ke Rumah Sakit.
“Mungkin Tuhan telah menyusun rencana yang indah untukku dan Izura. Semoga kamu tenang di alam sana ya, Izura! I always love you!” ujarku pada diri sendiri. Kini alam pikirku telah kembali. Aku mulai berjalan menuju pemakaman di sebuah desa dekat sekolah. Di pemakaman itulah Izura kini tengah beristirahat dengan tenang.
Dengan memakul tas punggung coklat berisi boneka pemberian Izura, aku duduk di sisi tempat peristirahatan kekal. Sebuah papan bertuliskan “Izura Alwan Denada” tertancap di tanah di hadapanku.


Hidup dan Mati adalah Satu


Oleh: Mita Putri Indrayanti

“Hidupku tak selancar air sungai yang mengikuti arus. Tetapi hidupku bagai air hujan yang selalu terhalangi oleh atap dan dedaunan saat hendak menyentuh tanah. Walau begitu, aku tetap bersyukur atas kesederhanaan hidup ini,” desah seorang anak jalanan yang kini duduk di gagang jembatan menghadap sungai kumuh nan lebar. Tangan kanannya memegang kain goni berisikan barang-barang bekas untuk dijual. Masih lekat dalam memorinya akan kenangan masa lalu indah bersama sahabat terkasihnya yang juga bergenre laki-laki.
6 Tahun silam. Seikat hubungan persahabatan antara anak jalanan dengan anak pejabat negara terikat dengan warna-warni kebersamaan. Status dan derajat sosial tak menyurutkan kedekatan mereka. Anak jalanan yang hidup di tepi sungai kumuh bersama Emaknya itu bernama Junet. Sedangkan anak pejabat yang hidup sempurna bersama kedua orang tuanya yang dikelilingi kemewahan itu bernama Bily.
Suatu sore, Junet ingin memperkenalkan Bily pada Emaknya. Di sepanjang sungai, mereka saling beradu pikiran, mengutarakan pendapat.
“Jun, lingkungan ini kotor sekali! Kenapa kau tak pindah dan mencari tempat yang lebih baik? Lagipula kalau kau tinggal disini, pasti akan merusak pemandangan kota. Dan yang paling kutakutkan, lahan ini bisa saja digusur! Karena ini lahan negara,” pendapat Bily yang diungkapkan dengan mimik prihatin.
Junet yang mendengar pendapat Bily kontan tertawa lepas. Ia tak memasukkan hati perkataan Bily dan menganggap itu adalah pendapat tanpa mempertimbangkan berapa persen masyarakat miskin sepertinya dapat dengan mudah mencari tempat yang bersih dan nyaman untuk bernaung.
“Hahaha.. Jika aku punya uang seratus ribuan sekarung ini, pasti sudah aku lakukan itu sedari dulu. Tapi apakah kau tau, masyarakat miskin seperti kami ini sudah sangat bersyukur mempunyai tempat untuk bernaung. Ya walaupun kotor dan kumuh seperti ini. Lagipula bagi kami, pindah ke tempat lain yang lebih bersih dan nyaman itu sama sulitnya dengan mencari jarum dalam jerami,” jawab Junet santai sambil menunjuk karung dari kain goni yang berisi barang-barang bekas.
Bilypun terdiam mendengar jawaban dari sahabatnya itu. Rasa takjub dan bangga ia persembahkan untuk Junet. Walau selama ini Junet menderita karena keadaan ekonomi yang terpuruk, ia tetap bersyukur dan selalu menampakkan wajah cerianya.
Melihat kawan karibnya tak menanggapi, Junetpun menambahkan dengan beberapa kalimat, “Bahkan aku pernah berpikir kalau hidup di penjara akan jauh lebih baik daripada hidup seperti ini.”
Mendengar pengakuan tersebut, Bily yang berwajah tampan dan mengenakan seragam SMA seketika itu pula menghentikan langkahnya. Junet terus berjalan tanpa menyadari sahabat karibnya menghentikan langkahnya dan meneteskan air mata.
“Tinggallah bersamaku! Kau akan menjadi saudaraku dan kita akan hidup bahagia di rumahku. Kau bisa sekolah, dan kau tak perlu membanting tulang seperti ini,” seru Bily yang masih menangis.
Junet menghentikan langkahnya. Ia tak berani membalikkan badan untuk menatap sahabatnya itu. Junet kini tau betapa besar rasa sayang yang Bily berikan padanya. Selama ini Bily selalu menemaninya dan tak pernah malu berdekatan dengannya.
Junet ikut menangis mendengar ucapan tulus sahabatnya itu. Namun ia menutupinya dengan tidak membalikkan badan dan menjawab tenang dengan candaannya yang khas, “Sudah berapa kali aku bilang, aku ngga bisa! Kau kan tau, aku ini bercita-cita menjadi presiden. Karena itu aku hidup di lingkungan serba kemiskinan dulu, baru aku akan mengangkat derajat mereka suatu hari nanti.”
Junet melangkahkan kembali kakinya. Namun baru dua langkah, ia berhenti lagi karena mendengar seruan Bily, ”Bagaimana bisa kau menjadi presiden kalau kau tak pernah mengenyam bangku sekolah?”
Bily yang tak ingin melihat sahabatnya menderita lagi menarik paksa tangan kanan Junet yang tengah memegang kain goni berisi barang bekas. Namun dengan tegas Junet menampis tangan Bily dan meninju wajah Bily.
“OK, aku memang tak akan pernah menjadi presiden karena aku tak pernah sekolah! Aku tau itu! Tapi aku benar-benar tak bisa hidup denganmu! Kalau aku ikut denganmu, bagaimana dengan emak?! Aku ini tulang punggung keluarga,” bentak Junet kasar sembari memegang kerah seragam Bily. Walau ia bersikap demikian, tapi air matanya terus mengalir.
“Kau bisa mengunjungi emak kapan pun kau mau. Kau juga bisa membawakannya makanan enak, uang, pakaian, dan kalau kau sukses kelak, kau bisa membahagiakan emak,” bujuk Bily dengan berlinaang air mata pula.
Buk! Junet kembali meninju wajah Bily hingga Bily terjerembab ke tanah. “Kau pikir emak gila harta?! Ha?! Di usianya yang sudah lanjut, beliau hanya perlu kasih sayang! Beliau membutuhkanku untuk merawatnya! Lagipula, aku tak akan menerima apapun tanpa bekerja! Paham?!”
Sejujurnya Junet tak menginginkan hal ini. Baru kali ini ia bertengkar dengan Bily. Namun seberapa dekat dan sayangnya pada sahabat sedari kecilnya itu, ia akan tetap memilih untuk tinggal bersama emak. Susah, senang, ia akan lalui bersama dengan emak. Ya walau niat Bily baik, tapi ia merasa Bily telah meremehkan emak.
Polisipun datang dan memisahkan mereka. Malang menghampiri Junet. Polisi memborgolnya dan hendak membawanya ke kantor polisi walau Bily telah melarangnya. Emak datang mendekati putranya sambil menangis dan emosi yang meledak.
“Junet...! Kau mau kemana? Pak polisi! Mau dibawa kemana anakku ini! Ha,” ucap emak tak terkontrol. Ternyata emak Junet memiliki kelainan pada syaraf otaknya. Emak Junet agak gila. Walau demikian, beliau tetap menyayangi anak semata wayangnya sepenuh hati.
“Maaf, Bu! Anak Ibu telah menganiaya Bily, putra pejabat negara. Jadi kami harus menahannya,” jawab polisi tegas. Dan memegang tangan Junet yang diborgol.
“Siapa bilang dia menganiaya saya?! Lepaskan dia! Dia tidak bersalah,” bela Bily.
Emak Junet semakin tak terkendali. Beliau memukul-mukul polisi, meminta agar anaknya dibebaskan.
Ide baru melintas di otak Junet, “Selama ini Bily sangat baik padaku. Karena aku, dia jadi rela ikut susah. Aku merasa aku bukan sahabat yang baik untuknya. Alangkah baiknya sekarang juga aku menghilang dari kehidupannya,” pikir Junet dalam hati
“Pak polisi, memang saya yang salah. Sebenarnya saya muak dengannya! Dia sudah hidup sempurna, tapi dia selalu mendekati saya. Hal itu membuat saya iri, dan saya sudah berniat akan membunuhnya saat dia berulang tahun ke-17,” bohong Junet.
“Bohong! Kenapa kau bohong?! Ini akan memberatkan hukumanmu! Bagaimana dengan emak kalau kau dipenjara,” ela Bily
“Aku tak bohong! Ini alasannya kenapa aku selalu menolak tinggal di rumahmu! Karena aku dapat dicurigai jika kau mati terbunuh di usiamu yang ke-17,” lanjut Junet.
Bily mulai emosi. Ia termakan kata-kata Junet. Bily memukul wajah Junet kasar. Junet yang rela berbohong demi kebahagiaan sahabatnya hanya pasrah. Pikirannya kini kacau. Jika ia dipenjara, bagaimana nasib emak nanti?
Setelah memukul sahabatnya, Bily tersenyum sinis. Ia pun berkata, “Selamat tinggal, MANTAN SAHABATku! Selamat mendekam di penjara! Penghianatan ini akan kuingat selamanya! Dan emakmu yang setengah gila ini pasti sebentar lagi mati karena meratapi dirimu yang masuk sel tahanan!”
“Aku senang melihatmu tersenyum. Walau itu hanyalah senyuman sinis. Teruslah tersenyum, senyum yang simetris. Suatu saat nanti, aku berharap dapat melihatmu tersenyum penuh arti dan kebahagiaan. Walau kebahagiaan itu kau dapat bukan bersamaku. Maaf kini aku telah melukai hatimu. Bayangan matamu tak dapat menyembunyikan lara di hatimu. Tolong maafkan aku! Tapi ini semua demi kebahagiaanmu,” ungkap Junet dalam hati sembari memandang sahabatnya yang melangkah semakin jauh darinya.
Emak semakin histeris, meminta agar Junet tak diletakkan di bui. Jikalau Junet tetap harus ditahan, maka ia harus ikut tinggal di bui. Karena semakin histeris, polisipun membawa emak Junet ke kantor polisi.
Hukuman telah ditentukan, dan Junet ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman 5 tahun penjara. Karena emak agak gila, polisi dan Junet telah sepakat menitipkan emak ke rumah sakit jiwa hingga Junet bebas dari masa tahanan.
Ternyata cobaan masih ingin berdekatan dengan Junet. Baru satu minggu dititipkan di Rumah Sakit Jiwa, emak Junet bunuh diri dan akhirnya meninggal. Kini ia sendiri dan sebatang kara.
Junet yang sangat sedih dan trauma, mendapat hadiah sebuah MP3 dari polisi wanita yang baik hati. Awalnya Junet tak mengerti bagaimana cara menggunakannya. Namun dengan bimbingan polisi wanita itu, kini ia dapat memakainya. Salah satu lagu favoritnya adalah lagu dari Mariah Carey dengan judul Without You. Walau tak pernah menjajal bangku sekolah, tapi Junet telah belajar banyak dari Bily. Termasuk pelajaran bahasa inggris.
No, I can’t forget this evening.. Or your face as you were leaving 
But I guess that’s just the way this story goes,
You always smile....
But in you eyes your sorrow shows 
Yes it shows
No I can’t forget tomorrow 
When I think of all my sorrows 
When I had you there but then I let you go
And now it’s only fair that I should let you know
What you should know
Junet dengan suara merdunya mulai menyanyikan lagu favoritnya di gagang jembatan menghadap sungai kumuh nan lebar. walau penyanyinya perempuan, namun lagu itu tetap menjadi kesukaannya. Lagu itu begitu menggambarkan kisah persahabatannya yang hancur 6 tahun silam.
6 tahun sudah, Junet tak pernah melihat dan mendengar kabar dari Bily. Mungkin karena 5 tahun ia habiskan di penjara, sehingga tak dapat mencari kabar tentang Bily.
“Aku tidak dapat melupakan sore itu, ataupun wajahmu yang perlahan meninggakanku. Tapi aku menganggap inilah cara yang tepat agar kisah sedih Bily berganti menjadi kisah bahagia. Kamu tersenyum, namun matamu menggambarkan luka yang mendalam. Aku selalu berpikir, berangan-angan untuk memberi tahumu hal yang sebenarnya,” kata Bily mencoba mencari inti dari lagu favoritnya.
“I can’t live 
If living is without you 
I can’t live 
I can’t give anymore......
Junet kembali melanjutkan senandungnya yang ia persembahkan untuk sahabat yang selamanya akan menjadi sahabat. Namun senandungnya terhenti karena ia terbatuk. Karena batuknya yang janggal dan menyebabkan rasa sakit di dada, Junet memutuskan untuk turun dari gagang jembatan, dan berlari ke toilet umum di pom bensin sambil terus batuk dan menutupi mulutnya. Saat di depan wastafel dan cermin, Junet masih terus terbatuk. Merasa ada zat cair di tangannya, Junet menjauhkan tangannya dari mulutnya. Betapa terkejutnya ia saat melihat banyak darah di telapak tangannya dan jari-jarinya. Sesegera mungkin Junet membasuh tangannya dengan air yang mengalir lewat kran.
Seorang dokter masuk ke toilet umum dan melihat Junet terbatuk dengan mulut terus mengeluarkan darah. Merasa kasihan, dokterpun mendekati Junet.
“Anda baik-baik saja?” tanya dokter perhatian pada Junet. Dokter tampan yang seumuran dengan Junet merasa mengenal wajah lelaki yang dihadapannya.
Merasa malu karena ketahuan orang lain, Junet segera menahan batuknya dan membasuh mulutnya dengan air hingga bersih. Setelah dirasa bersih, Junet memandang mulutnya lewat kaca. Ia juga melihat sepintas wajah dokter itu lewat kaca.
“Wajah itu.....wajah milik Bily! Ya, tak salah lagi, itu Bily! Tak disangka kita dapat berjumpa lagi,” kata hati Junet senang. Namun Junet berharap kali ini Bily lupa dengan dirinya karena ia belum siap untuk membuka rahasianya selama ini berkaitan kebohongannya tentang rencana pembunuhan itu.
“Mas, sepertinya Anda kurang sehat! Mari ikut saya ke Rumah Sakit,” ajak dokter yang ternyata memang itu Bily dengan tulus.
Junet tak bergerak dari tempatnya. Maka Bily mengira bahwa Junet tak mau ikut dengannya karena kondisi ekonomi. Karena memang penampilan Junet seperti gelandangan.
“Mas tenang saja! Soal biaya, nanti saya yang bayar. Yang terpenting, Mas dapat sehat kembali,” ujar Bily meyakinkan dengan tulus. Kini ia mulai ingat akan garis wajah pria berpenampilan awut-awutan yang ada di hadapannya kini.
“Oh, Tuhan! Garis wajah itu....,” pekik Bily dalam hati. Ia tak dapat memungkiri perasaannya bahwa ia sangat merindukan sahabat kecilnya yang telah menghianatinya. Hati kecilnya terus memaksanya untuk membuka mulut dan menggetarkan pita suaranya untuk menanyakan apakah pria di hadapannya kini adalah Junet. Namun ternyata otaknya yang menerima perintah dari hati tak dapat mengabulkan. Otaknya menolak untuk melakukan hal itu, dan masih belum bisa memaafkan Junet.
Junet masih termenung menatap wajah pria yang ia yakini wajah Bily, sahabat yang selalu menjadi sahabat di hatinya. Junet mencoba membuka mulut dan menanyakan kebenaran itu langsung kepada orangnya.
“Terima kasih sekali, Dok! Hati dokter sangat mulia. Anda mengingatkan saya kepada teman kecil saya yang sudah lama tak berjumpa. Mmmm...Kalau boleh tau, Dokter bernama siapa ya?” tanya Junet akhirnya walau dengan suara bergetar.
“Sahabat kecil? Jangan-jangan dia benar Junet,” tanya hati Bily yang tak dilontarkan lewat mulut. Sedikit rasa senang mampir di hati Bily. Namun sebagian kecil hatinya masih belum bisa menerima pengakuan Junet 6 tahun silam.
“Oh ya? Nama saya Bily, Bily Rape Ismawan. Anda?” jawab Bily seadanya untuk menutupi kegugupannya. Bily mulai berpikir untuk memaafkan Junet dan kembali bersahabat baik seperti sediakala.
Junet senang setelah mendengar kenyataan bahwa pria yang kini di hadapannya memang benar Bily. Air mata rasanya ingin menetes sekarang juga. Namun semua perasaan bahagia Junet segera buyar saat ia kembali terbatuk dan mengeluarkan darah.
Bily yang turut khawatir melihat pria di hadapannya segera menarik paksa pria itu tanpa sempat mendengar jawaban darinya. Junetpun mengikuti sahabat ciliknya itu menuju mobil dan melaju menuju Rumah Sakit.
Junet segera mendapat pertolongan dari Bily. Tindakan yang dipenuhi kasih sayang itu dapat meringankan rasa sakit dan sesak di dada Junet. Bily melakukan foto ronsen dan tes darah terhadap pasiennya untuk mengetahui secara pasti penyakit yang diderita. Bily tampak terkejut melihat hasilnya. Ternyata pasiennya itu menderita kanker paru-paru akut, dan kini telah memasuki stadium akhir.
Dengan langkah lunglai, Bily menuju kamar Junet. Dengan berat hati, Bily menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Junet bingung. “Mas, apakah Anda pecandu rokok atau minuman keras?”
Junet menjawab dengan pasti kalau dia tak pernah mengonsumsi rokok ataupun minuman keras. Rasa takut tiba-tiba menghampiri setelah Bily bertanya demikian. Apalagi melihat kondisi Bily yang tak bersemangat. Rasa takut akan penyakit keras telah hinggap di tubuhnya kian memenuhi otak setelah Bily bertanya apakah Junet mempunyai sanak saudara atau orang tua yang mengidap penyakit kanker.
“Ya, Bapak saya meninggal karena kanker paru-paru. Apakah....saya menderita penyakit kanker juga, Dok,” jawab Junet dengan was-was.
“Maaf, dengan berat hati harus saya sampaikan bahwa ternyata Ayah Anda mewariskan penyakitnya kepada Anda. Anda positif mengidap penyakit kanker,” kata Bily dengan sedih. Entah mengapa ia dapat merasakan apa yang pasiennya itu rasakan. Bily merasa ia sudah sangat dekat dengan pasiennya.
Sementara, Junet sangat terpuruk setelah mendengar kenyataan bahwa ia positif mengidap kanker. Walau sedih, ia tetap tersenyum tipis, dengan harapan dapat mengurangi rasa sedih dan lara di hatinya.
“Baiklah, saya akan mendaftarkan Anda sebagai pasien butuh donor paru-paru. Karena keadaan Anda sudah sangat parah dan itu mengharuskan Anda untuk operasi. Sementara untuk operasi itu dibutuhkan seseorang yang rela memberikan paru-parunya untuk Anda. Untuk sementara waktu, Anda akan kami kemoterapi setiap 3 bulan sekali. Anda tidak perlu membingungkan biaya. Karena semuanya saya yang akan tanggung. Maaf, siapa nama Anda,” papar Bily sambil memegang kertas, tatakan kertas, dan juga pulpen
Junet bimbang apakah akan memberikan identitas aslinya kalau dia itu Junet. Tapi kalau itu ia lakukan, sahabatnya itu pasti akan bertambah sedih. Sekarang saja sebelum Bily tau kalau ia adalah Junet, ia sudah terlihat sedih dan tak bersemangat.
“Kamaludin,” dusta Junet. Ia memutuskan untuk tidak memberitahu Bily sekarang. Ia takut melihat sahabatnya bersedih lagi.
Sementara itu, Bily kecewa saat pasiennya itu mengucapkan namanya yang ternyata bukan Junet. Namun entah mengapa Bily masih tetap yakin kalau pasien di hadapannya ini adalah Junet. Bilypun melontarkan pertanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan penyakit Junet. Setelah itu, Bily minta undur diri dan pergi meninggalkan Junet sendiri.
Junet kini tak dapat menahan air matanya. Ia menangis dalam diam dan memutuskan untuk memberitahu Bily lewat sehelai kertas, kemudian ia akan pergi dari kehidupan Bily untuk selamanya. Tak lupa ia tinggalkan mp3 pemberian polwan waktu itu yang berisi lagunya Mariah Carey dengan judul Without You.
Untuk Bily,
Bily, ini aku Junet. Sebelumnya aku minta maaf karena sudah bohong tadi. Ya, aku Junet, bukan Kamaludin.
Bily, aku ingin mengatakan bahwa aku sayang padamu melebihi nyawaku. Kau adalah sahabat terbaikku. Hidupku sangat berat ketika aku harus melaluinya tanpa kehadiranmu.
Aku minta maaf karena 6 tahun lalu telah membuat persahabatan kita hancur. Jujur, saat itu aku berbohong saat aku mengatakan aku ingin membunuhmu. Mana ada sahabat sejati yang mau membunuh sahabatnya sendiri? Tapi aku rela berbohong dan dipenjara agar hidupmu tak terus-terusan terbebani oleh kemiskinanku. Agar hidupmu jauh dari air mata. Maaf, aku tak bisa memberi sesuatu yang berharga untukmu.
Kini kau telah mengetahui kalau aku sakit, dan tak mungkin bertahan lama. Aku tak mau kau menangisi kematianku. Maka dari itu, aku akan pergi dari hidupmu sekarang juga.
Nb: Oh, iya, ini ada mp3 dan isinya lagu favoritku. Coba dengarkan ya! Lagunya menggambarkan persahabatan kita yang hancur 6 tahun yang lalu
Ttd,
 




Junet Rohmawan,
Sahabat yang selamanya menjadi sahabat
Siangnya Bily kembali ke ruang inap Junet. Namun ia tak menemukan Junet, dan menemukan surat di meja pasien. Setelah membaca, betapa terkejutnya ia setelah mengetahui kenyataan yang ada.
Bily kembali menitikkan air mata setelah sekian lama ia menutup kenangannya bersama Junet dan menganggap Junet penghianat. Kini ia merasa bersalah. Sesegera mungkin Bily ke luar dan berharap ia masih punya waktu untuk meminta maaf dan menebus penderitaan yang telah ia kirim untuk Junet.
Junet sedang berjalan menuju makam emak. Ia menitikkan air mata dengan wajah yang sangat pucat. Ia meminta maaf atas semua khilafnya dulu, dan ia juga menceritakan tentang penyakitnya.
“Emak, Junet minta maaf atas kesalahan Junet selama ini. Maafkan juga karena Junet belum bisa membahagiakan emak. Emak, ternyata Junet sakit kanker, sama seperti Bapak. Mungkin sebentar lagi Junet akan menyusul Emak dan Bapak. Kita akan segera bertemu kembali, dan bahagia bersama disana.”
Ternyata perkataan itu merupakan perkataan terakhir Junet, hingga akhirnya ia memejamkan mata di sisi makam emaknya dengan senyuman indah.
Tubuh Junet itu ditemukan oleh penjaga kubur yang kemudian membawanya ke Rumah Sakit tempat Bily bekerja. Saat itu Bily tengah berjalan setengah berlari untuk mencari Junet. Dan akhirnya ia menemukan Junet yang sedang didorong di atas kereta dorong. Ia pun mengikuti tubuh Junet yang tergolek lemah dengan senyuman.
Sambil menunggu rekannya memeriksa keadaan Junet, Bily terus meneteskan air mata di depan ruangan. Ia mendengarkan lagu favorit Junet lewat headset, dan terus membaca surat Junet.
“Junet, bertahanlah! Kalau perlu, aku yang akan menggantikanmu memikul penderitaanmu,” desis Junet Lirih.
Ternyata Junet tak dapat tertolong lagi. Ia sudah pergi jauh, ke alam yang berbeda.
Saat dokter keluar hendak mengabarkan kematian Junet pada Bily, ia menemukan tubuh Bily dalam keadaan yang mengenaskan. Sebilah pisau menancap di perutnya, yang membuat darah segar terus mengalir. Sehelai kertas tiba-tiba terjatuh dari genggamannya.

Tolong selamatkan Junet! Berikan paru-paruku ini pada Junet! Soal biaya, ambillah kartu ATM yang ada di dompetku, di saku celana. Dan setelah ia sembuh, tolong katakan padanya kalau aku minta maaf karena selama ini aku bersalah padanya. Aku bukan sahabat yang baik. I love you, best friend!
Bily Rape Ismawan
Akhirnya, pada hari yang sama, Junet dan Bily bersama-sama kembali ke hadapan sang maha kuasa. Mereka melanjutkan persahabatan mereka di alam yang berbeda, yang tentunya lebih kekal dan abadi.


TAMAT

laporan penelitian

AIR TEH BASI
PEMBASMI KETOMBE (Pityriasis capitis)
PADA RAMBUT
                                         

DITULIS OLEH:
MITA PUTRI INDRAYANTI
X-8
23
i
SMA NEGERI 1 PURBALINGGA
HALAMAN PENGESAHAN

KARYA TULIS DENGAN JUDUL
“AIR TEH BASI SEBAGAI PEMBASMI KETOMBE PADA RAMBUT”

Dinyatakan telah disetujui dan disahkan sebagai pemenuhan tugas Biologi (bab penelitian) kelas X semester gasal.



Mengetahui,
Kepala SMA N 1 Purbalingga                                              Guru Pembimbing



Ahmad Khotib, M.Pd                                                            Ruswanto




ii
 


ABSTRAK

          Selama ini teh yang dibiarkan telah basi pasti langsung kita buang. Betul kan? Maka dari itu, disini saya sebagai penulis sekaligus sebagai peneliti akan mencoba melakukan berbagai penelitian agar dapat memanfaatkan teh basi yang selama ini tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang mempunyai nilai lebih.
          Usut demi usut, eksperimen pun telah dilaksanakan, dan ternyata memang benar. Air teh basi memiliki kegunaan bagi manusia, khususnya bagi para penderita rambut berketombe.
          Setelah diteliti, ternyata air teh mengandung vitamin C (±508 kali lipat dari Vitamin C pada jeruk) yang bagus untuk kulit rambut, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan ketombe pada rambut. Hanya digunakan 3 hari secara rutin, ketombe bisa hilang.
          Air teh basi sebagai pembasmi ketombe ini pun memiliki banyak keuntungan. Selain ramah lingkungan, alternatif ini juga menghemat biaya.










iii
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia_Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian, serta menyusun KTI (karya tulis ilmiah) ini secara tepat pada waktunya.
Karya tulis dengan judul “Air Teh Basi Sebagai Pembasmi Ketombe” ini disusun sebagai salah satu syarat dalam pemenuhan tugas biologi kelas X pada semester gasal.
Penulis menyadari bahwa KTI ini tidak akan selesai tanpa adanya bimbingan, bantuan, dan kritik, serta motivasi yang diberikan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.     Drs. Ahmad Khotib, M.Pd selaku kepala SMA N 1 Purbalingga
2.     Bapak Ruswanto selaku guru pembimbing
3.     Drs. Moh. Saebani selaku wali kelas X-8
4.     Bapak dan Ibu Guru SMA N 1 Purbalingga yang telah mendidik dan membimbing penulis
5.     Ibunda tercinta yang telah memberi motivasi
6.     Semua pihak yang telah membantu penulis

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa KTI ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat penuluis butuhkan.
Semoga KTI ini bermanfaat.

Penulis


iv
 

DAFTAR ISI

Halaman judul ..................................................................................................... i
Halaman Pengesahan .......................................................................................... ii
Abstrak ............................................................................................................... iii
Kata Pengantar .................................................................................................... iv
Daftar Isi ............................................................................................................. v
Bab 1. Pendahuluan ................................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
1.3  Tujuan Penelitian ........................................................................................ 1
1.4  Manfaat Penelitian ..................................................................................... 2
Bab 2. Tinjauan Pustaka ......................................................................................... 3
      2.1 Teh Basi ...................................................................................................... 3
      2.2 Ketombe....................................................................................................... 4
Bab 3. Metode Penelitian ........................................................................................ 5
3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................... 5
3.2 Waktu dan tempat Penelitian ...................................................................... 5
3.3 Hipotesis ..................................................................................................... 5
3.4 Persiapan Eksperimen ................................................................................. 5
Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan................................................................. 6
4.1 Hasil ............................................................................................................ 6
4.2 Pembahasan ................................................................................................ 6
Bab 5. Penutup ........................................................................................................ 7
5.1 Simpulan ..................................................................................................... 7
5.2 Saran-Saran ................................................................................................. 7
Daftar Pustaka ......................................................................................................... 8

v
 









BAB 1
PENDAHULUAN










BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Tak dapat dipungkiri bahwa permasalahan rambut di Indonesia masih tergolong tinggi. Kesibukan, debu, keringat, dan berbagai faktor lain dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada rambut. Mulai dari masalah rambut kering, kusam, bercabang, rontok, hingga permasalahan rambut yang paling parah, yaitu rambut berketombe.
Banyak percobaan yang telah dilakukan oleh para ahli untuk menciptakan suatu alternatif yang mampu membasmi ketombe. Mulai dari membuat ekstrak shampoo anti ketombe, hingga menggunakan alternatif terapi yang menjadikan rambut menjadi sehat. Namun semua itu tentu memiliki kekurangan, yaitu mengeluarkan biaya yang sangat mahal.
Maka dari itu, pada kesempatan ini, saya akan mencoba alternatif baru untuk membasmi ketombe dengan menggunakan air teh basi yang konon katanya dapat membasmi ketombe. Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa teh memiliki banyak manfaat bagi kita. Selain itu, harganya pun terjangkau. Karena itu saya mengambil objek teh basi yang akan diuji coba kebenarannya, apakah teh basi memang daapat dimanfaatkan untuk membasmi penyakit rambut yang menjengkelkan tersebut.

1.2         Rumusan Masalah
a.     Apakah teh basi dapat menghitamkan rambut?
b.     Apakah teh basi bisa menghilangkan ketombe?
c.      Bagaimana cara mengolah teh basi untuk menghilangkan ketombe?

1.3         Tujuan
a.     Untuk mengetahui Apakah teh basi dapat menghitamkan rambut
b.     Untuk mengetahui Apakah teh basi bisa menghilangkan ketombe
c.     
1
Untuk mengetahui Bagaimana cara mengolah teh basi untuk menghilangkan ketombe
1.4         Manfaat
Dapat memberi alternatif baru kepada masyarakat untuk membasmi ketombe dengan biaya yang lebih terjangkau.

































2
 










BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA










BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  TEH BASI
    
Teh basi, ya begitulah namanya. Minuman yang satu ini walaupun sudah basi, tapi masih banyak manfaatnya lho! Minuman basi ini memiliki kandungan vitamin C  yang sangat tinggi. Berikut adalah manfaat teh basi:
*       Teh basi dapat menyehatkan rambut
Setiap hari kita beraktifitas di lingkungan yang banyak sekali polusi, ditambah lagi cuaca yang semakin hari semakin panas. Itu semua dapat menimbulkan rambut kita kering dan merah. Terlalu banyak memakai shampoo juga bisa menimbulkan kerontokan pada rambut. Untuk mencegah itu semua kita bisa menggunakan teh basi sebagai pencegahnya. Caranya, cukup dengan keramas menggunakan air teh basi. Tapi jangan menggunakan gula ya. Nanti dikerubungi semut lagi. J
*       Teh basi untuk masker wajah
3
Teh selain untuk kesehatan juga bisa digunakan untuk kecantikan. Banyak sumber yang mengatakan teh ini berkhasiat untuk menjadikan kulit wajah tetap kencang dan bebas keriput akibat proses penuaan. Cara membuat masker dari teh gampang saja, kita tinggal gunakan teh jenis apapun yang penting basi setiap pagi hari, diamkan dan kemudian bilas sampai bersih.
2.2  KETOMBE RAMBUT
                          
Ketombe (juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasannya itu jumlahnya sedikit. Namun demikian, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar diikuti dengan pemerahan dan iritasi). Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan shampoo khusus atau pengobatan bebas.
Ketombe dapat juga merupakan gejala sheborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur, atau kutu rambut. Bila mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari. Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya akan meningkatkan resiko infeksi, terutama sekali dari bakteri strapilococus aureous dan streptococus. Walaupun infeksi bakteriini merupakan resiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu sosial hilangnya kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karena itu, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.
Siklus tumbuhnya ketombe di rambut adalah sebagai berikut:
4
Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, dimana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian atau pertumbuhan sel menjadi sangat cepat, khususnya umum terjadi di kulit kepala. Pada orang berketombe, sel-sel kulit mungkin mati dan digantikan setiap kira kira dua minggu sekali, sedangkan pada orang berketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.                      







BAB 3
METODE PENELITIAN




BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 JENIS PENELITIAN
Penelitian ini mengambil objek air teh basi untuk membasmi ketombe. Jenis penelitiannya adalah eksperimen langsung.
3.2 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 7 Desember 2011 sampai tanggal 10 Desember 2011 bertempat di desa Gembong, kecamatan Bojong Sari, kabupaten Purbalingga.
3.3 HIPOTESIS
“Air teh basi dapat menghilangkan ketombe dan menghitamkan rambut”
3.4 PERSIAPAN EKSPERIMEN
        3.4.1 Alat dan Bahan
*    Air teh pahit
*    Manusia yang rambutnya berketombe
*    Air bersih
3.4.1 Cara Kerja
*    Diamkan Air teh pahit selama 1 malam sampai teh cukup basi. (jangan ditambah gula!)
*    Basahi rambut dengan air bersih (bila perlu air hangat)!
*    Kemudian basahi rambut dengan air teh yang sudah basi tadi!
*    Pijat rambut secara perlahan!
*    Kemudian, diamkan selama 3-5 menit!
*    Bilas dengan air bersih!
*   
5
Lakukan sampai beberapa hari hingga ketombe hilang!












BAB 4
HASIL PEMBAHASAN






BAB 4
HASIL PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENELITIAN

Hari ke 1
Hari ke 2
Hari ke 3
Keadaan
Rambut
Warna kusam, berasa gatal, ketombe banyak
Warna lebih kusam, rasa gatal sedikit hilang, ketombe berkurang
Warna tambah kusam, rasa gatal hilang, ketombe hilang
        Keterangan:
      Hari pertama merupakan hari sebelum memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe.
      Hari kedua merupakan hari pertama memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe
      Hari ketiga merupakan hari kedua memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe

4.2 PEMBAHASAN
Pada hari pertama, dimana hari itu saya belum memakai teh basi untuk menghilangkan ketombe, rambut saya berwarna kusam, rasa gatal kian menyergap, dan berketombe.
Setelah memakai teh basi selama 2 hari,  rasa gatal semakin berkurang, dan ketombe pun berangsur angsur hilang. Namun ada 1 kelemahan, yaitu rambut saya bertambah kusam.







6
 













BAB 5
PENUTUP






BAB 5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
1.     Air teh basi terbukti dapat menghilangkan ketombe
2.     Air teh basi tidak dapat menghitamkan rambut, justru mengusamkan rambut.
5.2 SARAN
1.     Perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk meneliti air teh yang dapat digunakan untuk membasmi ketombe
2.     Perlu sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya/ kegunaan air teh untuk membasmi ketombe














7
 

DAFTAR PUSTAKA

8