Serba-Serbi Kehidupan Sastra

Terima kasih telah mengunjungi blog ini

Rabu, 11 September 2013

laporan penelitian

AIR TEH BASI
PEMBASMI KETOMBE (Pityriasis capitis)
PADA RAMBUT
                                         

DITULIS OLEH:
MITA PUTRI INDRAYANTI
X-8
23
i
SMA NEGERI 1 PURBALINGGA
HALAMAN PENGESAHAN

KARYA TULIS DENGAN JUDUL
“AIR TEH BASI SEBAGAI PEMBASMI KETOMBE PADA RAMBUT”

Dinyatakan telah disetujui dan disahkan sebagai pemenuhan tugas Biologi (bab penelitian) kelas X semester gasal.



Mengetahui,
Kepala SMA N 1 Purbalingga                                              Guru Pembimbing



Ahmad Khotib, M.Pd                                                            Ruswanto




ii
 


ABSTRAK

          Selama ini teh yang dibiarkan telah basi pasti langsung kita buang. Betul kan? Maka dari itu, disini saya sebagai penulis sekaligus sebagai peneliti akan mencoba melakukan berbagai penelitian agar dapat memanfaatkan teh basi yang selama ini tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang mempunyai nilai lebih.
          Usut demi usut, eksperimen pun telah dilaksanakan, dan ternyata memang benar. Air teh basi memiliki kegunaan bagi manusia, khususnya bagi para penderita rambut berketombe.
          Setelah diteliti, ternyata air teh mengandung vitamin C (±508 kali lipat dari Vitamin C pada jeruk) yang bagus untuk kulit rambut, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan ketombe pada rambut. Hanya digunakan 3 hari secara rutin, ketombe bisa hilang.
          Air teh basi sebagai pembasmi ketombe ini pun memiliki banyak keuntungan. Selain ramah lingkungan, alternatif ini juga menghemat biaya.










iii
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia_Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian, serta menyusun KTI (karya tulis ilmiah) ini secara tepat pada waktunya.
Karya tulis dengan judul “Air Teh Basi Sebagai Pembasmi Ketombe” ini disusun sebagai salah satu syarat dalam pemenuhan tugas biologi kelas X pada semester gasal.
Penulis menyadari bahwa KTI ini tidak akan selesai tanpa adanya bimbingan, bantuan, dan kritik, serta motivasi yang diberikan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.     Drs. Ahmad Khotib, M.Pd selaku kepala SMA N 1 Purbalingga
2.     Bapak Ruswanto selaku guru pembimbing
3.     Drs. Moh. Saebani selaku wali kelas X-8
4.     Bapak dan Ibu Guru SMA N 1 Purbalingga yang telah mendidik dan membimbing penulis
5.     Ibunda tercinta yang telah memberi motivasi
6.     Semua pihak yang telah membantu penulis

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa KTI ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat penuluis butuhkan.
Semoga KTI ini bermanfaat.

Penulis


iv
 

DAFTAR ISI

Halaman judul ..................................................................................................... i
Halaman Pengesahan .......................................................................................... ii
Abstrak ............................................................................................................... iii
Kata Pengantar .................................................................................................... iv
Daftar Isi ............................................................................................................. v
Bab 1. Pendahuluan ................................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
1.3  Tujuan Penelitian ........................................................................................ 1
1.4  Manfaat Penelitian ..................................................................................... 2
Bab 2. Tinjauan Pustaka ......................................................................................... 3
      2.1 Teh Basi ...................................................................................................... 3
      2.2 Ketombe....................................................................................................... 4
Bab 3. Metode Penelitian ........................................................................................ 5
3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................... 5
3.2 Waktu dan tempat Penelitian ...................................................................... 5
3.3 Hipotesis ..................................................................................................... 5
3.4 Persiapan Eksperimen ................................................................................. 5
Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan................................................................. 6
4.1 Hasil ............................................................................................................ 6
4.2 Pembahasan ................................................................................................ 6
Bab 5. Penutup ........................................................................................................ 7
5.1 Simpulan ..................................................................................................... 7
5.2 Saran-Saran ................................................................................................. 7
Daftar Pustaka ......................................................................................................... 8

v
 









BAB 1
PENDAHULUAN










BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Tak dapat dipungkiri bahwa permasalahan rambut di Indonesia masih tergolong tinggi. Kesibukan, debu, keringat, dan berbagai faktor lain dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada rambut. Mulai dari masalah rambut kering, kusam, bercabang, rontok, hingga permasalahan rambut yang paling parah, yaitu rambut berketombe.
Banyak percobaan yang telah dilakukan oleh para ahli untuk menciptakan suatu alternatif yang mampu membasmi ketombe. Mulai dari membuat ekstrak shampoo anti ketombe, hingga menggunakan alternatif terapi yang menjadikan rambut menjadi sehat. Namun semua itu tentu memiliki kekurangan, yaitu mengeluarkan biaya yang sangat mahal.
Maka dari itu, pada kesempatan ini, saya akan mencoba alternatif baru untuk membasmi ketombe dengan menggunakan air teh basi yang konon katanya dapat membasmi ketombe. Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa teh memiliki banyak manfaat bagi kita. Selain itu, harganya pun terjangkau. Karena itu saya mengambil objek teh basi yang akan diuji coba kebenarannya, apakah teh basi memang daapat dimanfaatkan untuk membasmi penyakit rambut yang menjengkelkan tersebut.

1.2         Rumusan Masalah
a.     Apakah teh basi dapat menghitamkan rambut?
b.     Apakah teh basi bisa menghilangkan ketombe?
c.      Bagaimana cara mengolah teh basi untuk menghilangkan ketombe?

1.3         Tujuan
a.     Untuk mengetahui Apakah teh basi dapat menghitamkan rambut
b.     Untuk mengetahui Apakah teh basi bisa menghilangkan ketombe
c.     
1
Untuk mengetahui Bagaimana cara mengolah teh basi untuk menghilangkan ketombe
1.4         Manfaat
Dapat memberi alternatif baru kepada masyarakat untuk membasmi ketombe dengan biaya yang lebih terjangkau.

































2
 










BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA










BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  TEH BASI
    
Teh basi, ya begitulah namanya. Minuman yang satu ini walaupun sudah basi, tapi masih banyak manfaatnya lho! Minuman basi ini memiliki kandungan vitamin C  yang sangat tinggi. Berikut adalah manfaat teh basi:
*       Teh basi dapat menyehatkan rambut
Setiap hari kita beraktifitas di lingkungan yang banyak sekali polusi, ditambah lagi cuaca yang semakin hari semakin panas. Itu semua dapat menimbulkan rambut kita kering dan merah. Terlalu banyak memakai shampoo juga bisa menimbulkan kerontokan pada rambut. Untuk mencegah itu semua kita bisa menggunakan teh basi sebagai pencegahnya. Caranya, cukup dengan keramas menggunakan air teh basi. Tapi jangan menggunakan gula ya. Nanti dikerubungi semut lagi. J
*       Teh basi untuk masker wajah
3
Teh selain untuk kesehatan juga bisa digunakan untuk kecantikan. Banyak sumber yang mengatakan teh ini berkhasiat untuk menjadikan kulit wajah tetap kencang dan bebas keriput akibat proses penuaan. Cara membuat masker dari teh gampang saja, kita tinggal gunakan teh jenis apapun yang penting basi setiap pagi hari, diamkan dan kemudian bilas sampai bersih.
2.2  KETOMBE RAMBUT
                          
Ketombe (juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasannya itu jumlahnya sedikit. Namun demikian, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar diikuti dengan pemerahan dan iritasi). Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan shampoo khusus atau pengobatan bebas.
Ketombe dapat juga merupakan gejala sheborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur, atau kutu rambut. Bila mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari. Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya akan meningkatkan resiko infeksi, terutama sekali dari bakteri strapilococus aureous dan streptococus. Walaupun infeksi bakteriini merupakan resiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu sosial hilangnya kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karena itu, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.
Siklus tumbuhnya ketombe di rambut adalah sebagai berikut:
4
Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, dimana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian atau pertumbuhan sel menjadi sangat cepat, khususnya umum terjadi di kulit kepala. Pada orang berketombe, sel-sel kulit mungkin mati dan digantikan setiap kira kira dua minggu sekali, sedangkan pada orang berketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.                      







BAB 3
METODE PENELITIAN




BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 JENIS PENELITIAN
Penelitian ini mengambil objek air teh basi untuk membasmi ketombe. Jenis penelitiannya adalah eksperimen langsung.
3.2 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 7 Desember 2011 sampai tanggal 10 Desember 2011 bertempat di desa Gembong, kecamatan Bojong Sari, kabupaten Purbalingga.
3.3 HIPOTESIS
“Air teh basi dapat menghilangkan ketombe dan menghitamkan rambut”
3.4 PERSIAPAN EKSPERIMEN
        3.4.1 Alat dan Bahan
*    Air teh pahit
*    Manusia yang rambutnya berketombe
*    Air bersih
3.4.1 Cara Kerja
*    Diamkan Air teh pahit selama 1 malam sampai teh cukup basi. (jangan ditambah gula!)
*    Basahi rambut dengan air bersih (bila perlu air hangat)!
*    Kemudian basahi rambut dengan air teh yang sudah basi tadi!
*    Pijat rambut secara perlahan!
*    Kemudian, diamkan selama 3-5 menit!
*    Bilas dengan air bersih!
*   
5
Lakukan sampai beberapa hari hingga ketombe hilang!












BAB 4
HASIL PEMBAHASAN






BAB 4
HASIL PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENELITIAN

Hari ke 1
Hari ke 2
Hari ke 3
Keadaan
Rambut
Warna kusam, berasa gatal, ketombe banyak
Warna lebih kusam, rasa gatal sedikit hilang, ketombe berkurang
Warna tambah kusam, rasa gatal hilang, ketombe hilang
        Keterangan:
      Hari pertama merupakan hari sebelum memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe.
      Hari kedua merupakan hari pertama memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe
      Hari ketiga merupakan hari kedua memakai ekstrak teh basi untuk menghilangkan ketombe

4.2 PEMBAHASAN
Pada hari pertama, dimana hari itu saya belum memakai teh basi untuk menghilangkan ketombe, rambut saya berwarna kusam, rasa gatal kian menyergap, dan berketombe.
Setelah memakai teh basi selama 2 hari,  rasa gatal semakin berkurang, dan ketombe pun berangsur angsur hilang. Namun ada 1 kelemahan, yaitu rambut saya bertambah kusam.







6
 













BAB 5
PENUTUP






BAB 5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
1.     Air teh basi terbukti dapat menghilangkan ketombe
2.     Air teh basi tidak dapat menghitamkan rambut, justru mengusamkan rambut.
5.2 SARAN
1.     Perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk meneliti air teh yang dapat digunakan untuk membasmi ketombe
2.     Perlu sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya/ kegunaan air teh untuk membasmi ketombe














7
 

DAFTAR PUSTAKA

8
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar