AIR TEH BASI
PEMBASMI KETOMBE (Pityriasis capitis)
PADA RAMBUT
DITULIS OLEH:
MITA PUTRI INDRAYANTI
X-8
23
|
i
|
SMA NEGERI 1 PURBALINGGA
HALAMAN PENGESAHAN
KARYA TULIS DENGAN
JUDUL
“AIR TEH BASI SEBAGAI
PEMBASMI KETOMBE PADA RAMBUT”
Dinyatakan telah disetujui dan disahkan sebagai pemenuhan
tugas Biologi (bab penelitian) kelas X semester gasal.
Mengetahui,
Kepala SMA N 1
Purbalingga Guru
Pembimbing
Ahmad Khotib, M.Pd Ruswanto
|
ii
|
ABSTRAK
Selama
ini teh yang dibiarkan telah basi pasti langsung kita buang. Betul kan? Maka
dari itu, disini saya sebagai penulis sekaligus sebagai peneliti akan mencoba
melakukan berbagai penelitian agar dapat memanfaatkan teh basi yang selama ini
tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang mempunyai nilai lebih.
Usut demi
usut, eksperimen pun telah dilaksanakan, dan ternyata memang benar. Air teh
basi memiliki kegunaan bagi manusia, khususnya bagi para penderita rambut
berketombe.
Setelah
diteliti, ternyata air teh mengandung vitamin C (±508 kali lipat dari Vitamin C
pada jeruk) yang bagus untuk kulit rambut, sehingga dapat mengurangi atau
bahkan menghilangkan ketombe pada rambut. Hanya digunakan 3 hari secara rutin,
ketombe bisa hilang.
Air teh basi
sebagai pembasmi ketombe ini pun memiliki banyak keuntungan. Selain ramah
lingkungan, alternatif ini juga menghemat biaya.
|
iii
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia_Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penelitian, serta menyusun KTI (karya tulis ilmiah)
ini secara tepat pada waktunya.
Karya tulis dengan judul “Air Teh
Basi Sebagai Pembasmi Ketombe” ini disusun sebagai salah satu syarat dalam
pemenuhan tugas biologi kelas X pada semester gasal.
Penulis menyadari bahwa KTI ini tidak
akan selesai tanpa adanya bimbingan, bantuan, dan kritik, serta motivasi yang
diberikan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Drs.
Ahmad Khotib, M.Pd selaku kepala SMA N 1 Purbalingga
2.
Bapak
Ruswanto selaku guru pembimbing
3.
Drs.
Moh. Saebani selaku wali kelas X-8
4.
Bapak
dan Ibu Guru SMA N 1 Purbalingga yang telah mendidik dan membimbing penulis
5.
Ibunda
tercinta yang telah memberi motivasi
6.
Semua
pihak yang telah membantu penulis
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa KTI ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak
sangat penuluis butuhkan.
Semoga KTI ini bermanfaat.
Penulis
|
iv
|
DAFTAR ISI
Halaman judul
.....................................................................................................
i
Halaman Pengesahan
..........................................................................................
ii
Abstrak
...............................................................................................................
iii
Kata Pengantar
....................................................................................................
iv
Daftar Isi
.............................................................................................................
v
Bab 1. Pendahuluan
.................................................................................................
1
1.1 Latar Belakang
...........................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah
......................................................................................
1
1.3 Tujuan Penelitian
........................................................................................
1
1.4 Manfaat Penelitian
.....................................................................................
2
Bab 2. Tinjauan Pustaka
.........................................................................................
3
2.1 Teh Basi
......................................................................................................
3
2.2 Ketombe.......................................................................................................
4
Bab 3. Metode Penelitian ........................................................................................
5
3.1 Jenis Penelitian
...........................................................................................
5
3.2 Waktu dan tempat Penelitian
...................................................................... 5
3.3 Hipotesis
.....................................................................................................
5
3.4 Persiapan Eksperimen
.................................................................................
5
Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan.................................................................
6
4.1 Hasil
............................................................................................................
6
4.2 Pembahasan ................................................................................................
6
Bab 5. Penutup
........................................................................................................
7
5.1 Simpulan
.....................................................................................................
7
5.2 Saran-Saran
.................................................................................................
7
Daftar Pustaka
.........................................................................................................
8
|
v
|
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tak dapat dipungkiri bahwa permasalahan
rambut di Indonesia masih tergolong tinggi. Kesibukan, debu, keringat, dan
berbagai faktor lain dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada rambut.
Mulai dari masalah rambut kering, kusam, bercabang, rontok, hingga permasalahan
rambut yang paling parah, yaitu rambut berketombe.
Banyak percobaan yang telah dilakukan
oleh para ahli untuk menciptakan suatu alternatif yang mampu membasmi ketombe.
Mulai dari membuat ekstrak shampoo anti ketombe, hingga menggunakan alternatif
terapi yang menjadikan rambut menjadi sehat. Namun semua itu tentu memiliki
kekurangan, yaitu mengeluarkan biaya yang sangat mahal.
Maka dari itu, pada kesempatan ini,
saya akan mencoba alternatif baru untuk membasmi ketombe dengan menggunakan air
teh basi yang konon katanya dapat membasmi ketombe. Sebelumnya, kita telah
mengetahui bahwa teh memiliki banyak manfaat bagi kita. Selain itu, harganya
pun terjangkau. Karena itu saya mengambil objek teh basi yang akan diuji coba
kebenarannya, apakah teh basi memang daapat dimanfaatkan untuk membasmi
penyakit rambut yang menjengkelkan tersebut.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Apakah
teh basi dapat menghitamkan rambut?
b.
Apakah
teh basi bisa menghilangkan ketombe?
c.
Bagaimana
cara mengolah teh basi untuk menghilangkan ketombe?
1.3
Tujuan
a.
Untuk
mengetahui Apakah teh basi dapat menghitamkan rambut
b.
Untuk
mengetahui Apakah teh basi bisa menghilangkan ketombe
c.
|
1
|
1.4
Manfaat
Dapat memberi alternatif baru kepada
masyarakat untuk membasmi ketombe dengan biaya yang lebih terjangkau.
|
2
|
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
TEH BASI
Teh basi, ya begitulah namanya.
Minuman yang satu ini walaupun sudah basi, tapi masih banyak manfaatnya lho!
Minuman basi ini memiliki kandungan vitamin C
yang sangat tinggi. Berikut adalah manfaat teh basi:
Setiap hari
kita beraktifitas di lingkungan yang banyak sekali polusi, ditambah lagi cuaca
yang semakin hari semakin panas. Itu semua dapat menimbulkan rambut kita kering
dan merah. Terlalu banyak memakai shampoo juga bisa menimbulkan kerontokan pada
rambut. Untuk mencegah itu semua kita bisa menggunakan teh basi sebagai
pencegahnya. Caranya, cukup dengan keramas menggunakan air teh basi. Tapi
jangan menggunakan gula ya. Nanti dikerubungi semut lagi. J
|
3
|
2.2
KETOMBE RAMBUT
Ketombe (juga disebut sindap dan
kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis
capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit
kepala. Sel sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang
normal bila pengelupasannya itu jumlahnya sedikit. Namun demikian, ada orang
yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan
dalam jumlah yang besar diikuti dengan pemerahan dan iritasi). Kebanyakan kasus
ketombe dapat disembuhkan dengan shampoo khusus atau pengobatan bebas.
Ketombe dapat juga merupakan gejala
sheborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur, atau kutu rambut. Bila
mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari.
Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya
akan meningkatkan resiko infeksi, terutama sekali dari bakteri strapilococus
aureous dan streptococus. Walaupun infeksi bakteriini merupakan resiko terbesar
dari ketombe, kebanyakan orang menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu
sosial hilangnya kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karena itu,
pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.
Siklus tumbuhnya ketombe di rambut
adalah sebagai berikut:
|
4
|
BAB 3
METODE PENELITIAN
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS PENELITIAN
Penelitian ini
mengambil objek air teh basi untuk membasmi ketombe. Jenis penelitiannya adalah
eksperimen langsung.
3.2 WAKTU DAN TEMPAT
PENELITIAN
Penelitian ini
dilakukan mulai tanggal 7 Desember 2011 sampai tanggal 10 Desember 2011
bertempat di desa Gembong, kecamatan Bojong Sari, kabupaten Purbalingga.
3.3 HIPOTESIS
“Air teh basi dapat menghilangkan
ketombe dan menghitamkan rambut”
3.4 PERSIAPAN
EKSPERIMEN
3.4.1 Alat dan Bahan
3.4.1 Cara Kerja
|
5
|
BAB 4
HASIL PEMBAHASAN
BAB 4
HASIL PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENELITIAN
|
|
Hari ke 1
|
Hari ke 2
|
Hari ke 3
|
|
Keadaan
Rambut
|
Warna kusam, berasa gatal,
ketombe banyak
|
Warna lebih kusam, rasa
gatal sedikit hilang, ketombe berkurang
|
Warna tambah kusam, rasa gatal hilang,
ketombe hilang
|
Keterangan:
Hari pertama merupakan hari sebelum memakai ekstrak teh basi
untuk menghilangkan ketombe.
Hari kedua merupakan hari pertama memakai ekstrak teh basi
untuk menghilangkan ketombe
Hari ketiga merupakan hari kedua memakai ekstrak teh basi untuk
menghilangkan ketombe
4.2 PEMBAHASAN
Pada
hari pertama, dimana hari itu saya belum memakai teh basi untuk menghilangkan
ketombe, rambut saya berwarna kusam, rasa gatal kian menyergap, dan berketombe.
Setelah
memakai teh basi selama 2 hari, rasa
gatal semakin berkurang, dan ketombe pun berangsur angsur hilang. Namun ada 1
kelemahan, yaitu rambut saya bertambah kusam.
|
6
|
BAB 5
PENUTUP
BAB 5
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
1.
Air
teh basi terbukti dapat menghilangkan ketombe
2.
Air
teh basi tidak dapat menghitamkan rambut, justru mengusamkan rambut.
5.2 SARAN
1.
Perlu
dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk meneliti air teh yang dapat
digunakan untuk membasmi ketombe
2.
Perlu
sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya/ kegunaan air teh untuk
membasmi ketombe
|
7
|
DAFTAR PUSTAKA
|
8
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar