Serba-Serbi Kehidupan Sastra

Terima kasih telah mengunjungi blog ini

Rabu, 28 Mei 2014

Rangkuman sejarah SMA IPA kelas X. XI, XII



1.    LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH

1. Pemilihan Topik.
2. Pengumpulan Data/ Sumber/ heuristik
3. Verifikasi/ Pengujian
4. Interpretasi / memberikan penafsiran penulis
5. Historiografi atau penulisan sejarah

2.      PENGERTIAN SEJARAH MENURUT MOH ALI
a.       Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
b.       Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
c.       Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita
3.      PENGERTIAN SEJARAH MENURUT W. J. S. POERWADARMINTA
a.       Sejarah berarti silsilah/asal usul
b.       Sejarah berrti kejadian/peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.
c.       Sejarah berarti ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian/peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.
4.      CIRI-CIRI FOLKLOR
a. Penyebaran dan pewarisannya secara lisan dan non lisan.
b. Bersifat tradisional
c. Berkembang dalam versi yang berbeda-beda. Akan tetapi, bentuk dasarnya tetap bertahan.
d. Bersifat anonim
e. Biasanya mempunyai bentuk berpola.
f. Mempunyai manfaat dalam kehidupan kolektif. Cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.
g. Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum.
h. Menjadi milik bersama (colective) dari masyarakat tertentu.
i. Pada umumnya bersifat lugu atau polos sehingga seringkali kelihatannya kasar atau terlalu sopan. Hal itu disebabkan banyak folklor merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang jujur.
5.    Ciri-ciri Kehidupan Masyarakat pada Zaman Prasejarah
A. Zaman Palaeolitikum (Batu Tua)
Alat-alat dibuat dari batu kasar yang tidak dihaluskan. Alat yang digunakan antara lain Chopper atau kapak genggam. Masih bergantung pada alam(food gathering) , nomaden, belum berkelompok, kehidupan rohani dalam bentuk kepercayaan pada masa itu belum ada.
 B. Zaman Mesolitikum
Alat-alat masih kasar, tidak dihaluskan. Alat-alat yang dihasilkan antara lain pebble (kapak genggam) dan hacle courte (kapak pendek). Mulai menetap di gua-gua dan tepi pantai. Sudah mengenal hidup bercocok tanam dan mulai beternak. Tidak bergantung pada alam, mereka sudah mulai  memikirkan persediaan makanannya. Hidup dlm kelompok kecil, mereka mulai menutup tubuhnya walau masih baru pada tahap menutup bagian-bagian tertentu. bagaimana cara buat api sudah mulai dikenal. Juga perasaan, kasih sayang serta penghormatan terhadap manusia lainpun sudah mulai ada.
C.   Zaman Neolitikum (Batu Muda)
Alat-alat dibuat dari batu yang sudah diasah atau dihaluskan dan mulai memperhatikan nilai seninya.
telah menetap dengan kepandaian membuat rumah. Alat yang digunakan adalah beliung persegi. Rumah didirikan dengan tiang-tiang yang tinggi. Ada pembentukan suatu masyarakat yang tertib dan pemerintahan yang memerlukan segala peraturan serta kerjasama, pemimpin disebut Primus Inter Pares yang dipilih secara musyawarah dan mufakat berdasarkan syarat-syarat yang mereka sepakati bersama. Pembagian kerja, gotong royong. Kerajinan tangan seperti menenun dan membuat periuk belanga dan cangkul menalami kemajuan. Mereka pandai menenun tekstil yang agak halus. Dan mereka juga telah mempunyai kepercayaan, seperti Anymisme dan Dynamisme.
D.  Zaman Megalitikum
E.   Zaman Perunggu (perundagian)
Masyarakat telah berkelompok dan membentuk perkampungan dan pemerintahan yang disebut Primus Interpares. Primus Interpares adalah pemimpin mayarakat dimana sifatnya seumur hidup. Apabila Primus Interpares ini meninggal dunia maka diadakan kembali pemilihan berdasarkan musyawarah dan mufakat. Bentuk mata pencahariannya adalah pertanian dalam bentuk berladang atau bersawah, perikanan laut dan perdagangan. percaya pada Anymisme dan Dynamisme.
6.    FUNGSI DOLMEN
Dolmen adalah meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang
7.    LATAR BELAKANG LAHIRNYA AGAMA BUDHA

a.    Teori Waisya (Pedagang)
b.    Teori Ksatria
c.    Teori Brahmana (Pemuka Agama)
d.    Teori Arus Balik (Intinya pertama kali itu ada seorang budha yang datang ke indonesia, terus oran indonesia tertarik dengan agama budha dan ke luar negeri untuk belajar, lalu kembali ke indonesia membawa kebudayaan budha)

8.    ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL YANG MENUNTUT HAK PEMERINTAHAN
a.       Sarekat islam (SI yang tadinya SDI/Sarekat Dagang islam), tujuan: memperkuat persatuan pedagang pribumi aar mampu bersaing dengan pedagang asing terutama cina.
b.       Indische Partij (tiga serangkai=Douwes Deker, Suwardi, Cipto Mangunkusumo), tujuan: menumbuhkan dan meningkatkan nasionalisme u/ memajukan tanah air yg dilandasi jiwa nasional serta mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka

c.       PI (Perhimpunan Indonesia). Tokohnya yang terkenal Moh. Hatta
d.       PKI
e.       NU
f.        PNI. Tujuan:mencapai Indonesia merdeka atas usahanya sendiri
g.       PARTINDO
h.       PNI baru
i.         PARINDRA
j.         GERINDO

9.    LEMBAGA NON POLITIK
Pendidikan:
a.       Taman Siswa (Ki Hajar Dewantara/ Raden Mas Soewardi Soeryaningrat)
Prinsip dasar dalam taman sisw yan menjadi pedoman bagi guru adalah patrap triloka, yaitu in ngarsa sung tuladha, in madya mangun karsa tut wuri handayani. Tujuan taman siswa adalah memberi pendidikan kepada pemuda indonesia dan jua sebaai alat perjuangan bagi bangsa indonesia. Latar belakang didirikannya: tidak puas dengan pola pendidikan yang diberi pemerintah kolonial. Taman siswa merupakan tantangan terhadap politik pengajaran kolonial dengan mendirikan pranata tandingan.
b.       Lembaga Pendidikan Perguruan Muhammadiyah (K.H. Ahmad Dahlan)
10.                                                                                                                                                                               PERGERAKAN NASIONAL SETELAH ABAD KE-19

a.       Bersifat kebangsaan (nasional)
b.       Menggunakan sistem organisasi yang modern dan demokratis, serta tdak terpusat pada pemimpin
c.       Didirikan oleh kaum terpelajar yang memiliki pandangan jauh ke depan
d.       Tidak bersifat fisik
Revolusi Prancis: semboyannya liberte, egalite (bebas, merdeka, kehidupan borjuis/kota, melahirkan paham liberalisme, mendorong berkembannya demokrasi), dan fraternite (persaudaraan dan kekeluargaan) mendorong berkembangnya liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi. Menemtang kolonialisme, trias politika.
Revolusi Amerika: menyuarakan HAM
Revolusi Rusia: menumbangkan kediktatoran Rusia, merubah haluan negara menuju komunis, berkembang paham Marxis.

11.                                                                                                                                                                               KEBIJAKAN KERAS PEMERINATAH BELANDA TERHADAP ORGANISASI PERGERAKAN
a.    Indische Partij menentang (memprotes keras) perayaan kemerdekaan negeri belanda. Untuk merayakan kemerdekaannya, Belanda memungut dana dari rakyat indonesia. Protes dilakukan dengan menulis artikel “Als ik een Nederlanders was” (Andaikan Aku seorang Belanda). Akibatnya tokoh Indische Partij ditangkap dan diadili di Belanda.
b.    Tokoh Belanda (Snevliet) yang membela Indonesia mengajarkan paham sosialis kepada Indonesia lewat tokoh sarekat Islam, sehingga pemerintahan belanda mengembalikan snevliet ke Belanda.
c.    Pemberontakan PKI, namun PKI mengalami kegagalan. Pemerintah Belanda mengambil tindakan tegas dgn menyebut PKI sbgai partai terlarang dan membuang pemimpin-pemimpinnya ke luar negeri
d.    Propaganda Bung Karno melalui PNI. Karena itu Bung Karno dan pemimpin-pemimpin PNI lainnya diadili di pengadilan tinggi negeri bandung dan dipenjara.
e.    Tuntutan GAPI tentang Indonesia berparlemen untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara bertahap melalui parlemen. Tapi tidak diubris pemerintah belanda. Satu-satunya tuntutan yang dipanuhi pemerintah belanda adalahpembentukan komisi visman u/ menyelidiki kehendak rakyat sehubunan dengan terjadinya perubahan pemerintahan. Karena tugas komisi visman tidak berhasil, kekuasaan pun jatuh ke tangan jepang.
f.     Menghapus sistem tanam paksa, memajukan usaha swasta, memperluas penanaman modal pengusaha swasta belanda, mengeluarkan UU Agraria 1870 (perusahaan perkebunan dapat menyewa tanah dalam jangka waktumencapai 75 th, penduduk dilarang menjual tanahnya kepada orang asing)
g.    Gubernur jendral sebagai pemegang kekuasaan tertingi
12.                                                                                                                                                                               FAKTOR INTERN PERGERAKAN NASIONAL
a.    Munculnya golongan intelektual (cendekiawan)
b.    Kenangan kajayaan masa lampau (kejayaan kerajaan-kerajaan sebelum adanya kolonialisme)
c.    Bersatunya negara-negara Asia dan Afrika
d.    Paham nasionalis yang berkembang dalam segala bidang
e.    Penderitaan yang berkepanjangan
Faktor Ektern:

a. Kemenangan Jepang atas Rusia
b. Perkembangan nasionalisme di berbagai negara:
    - India (mengusir inggris=> Ahimna=dilarang membunuh/perang, Hartal, Satyagraha=tidak bekerja sama dengan Inggris, Swadesi=memakai produk negara sendiri)
   -Filipina (mengusir spanyol)
   -Cina (menentang dinasti Mandsyu)
   -Mesir (menentang Eropa terutama inggris)
c. Pergerakan Turki Muda
d. Munculnya paham-paham baru

13.              HASIL SIDANG PPKI

☺ Sidang I (18 Agustus 1945)
a.    Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945
b.    Memilih Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai presiden dan wapres
c.    Membentuk komite nasional (KNIP) untuk membantu presiden
☺ Sidang II (19 Agustus 1945)
a.    Pembagian wilayah menjadi 8 provinsi
b.    Membentuk Komite Nasional (Daerah)
c.    Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4 menteri negara
☺ Sidang III (22 Agustus 1945)
a.    Pembentukan komite nasional
b.    Membentuk Partai Nasional Indonesia
c.    Pembentukan Badan Keamanan Rakyat

14.              MAKLUMAT NO.X TANGGAL 3 NOVEMBER 1945
Tujuannya supaya muncul banyak partai politik sebelum dilangsungkannya pemilihan anggota badan-badan perwakilan rakyat pada bulan januari 1946.
15.              TUJUAN SISTEM BENTENG
Tujuan sistem benteng adalah membina pembentukan suatu kelas pengusaha indonesia “pribumi” (dlm arti non-tionghoa, memberikan modal usaha untuk pengusaha indonesia sehingga mampu meningkatkan kemampuan pengusaha indonesia
16.              HASIL PEMILU 1955
Pemilu 1955 digunakan untuk:
1.    Pemilihan DPR/Parlemen
2.    Pemilihan Konstituante
Hasilnya ada lima partai tertinggi: PNI, Masyumi, NU, PKI, PSII
17.              PENYIMPANGAN POLITIK MASA TERPIMPIN
a.    Presiden membubarkan DPR hasil pemilu I karena DPR menolak RAPBN yang diajukan presiden
b.    MPR Sementara menetapkan Ir.Soekarno sebagai presiden seumur hidup
c.    Ketua MPR Sementara dan DPR Gotong-Royong diangkat sebagai menteri
Penyimpangan politik luar negeri masa terpimpin:
a.       Indonesia membagi kekuatan politik dunia mnjadi 2, nefo (penentang imperialisme dan kapitalisme) dan oldefo (penganut imperialisme dan kapitalisme)
b.       Indonesia membentuk poros Jakarta-Peking (Indonesia menjalin persahabatan erat dgn RRC, padahal RRC merupakan blok komunis)
c.       Indonesia melaksanakan politik mercusuar (mengagungkan kemegahan Indonesia di dunia luar
d.       Indonesia keluar dari PBB karena malaysia menjadi DK tidak tetap PBB
e.       Konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap neo kolonialisme imperialisme inggris
18.              ISI DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1955
a.    Pembubaran konstituante
b.    Pemberlakuan kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950
c.    Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu sesingkat-singkatnya
19.              USAHA PEREDAAN PERAN DINGIN
a.    Pelucutan senjata nuklir
b.    Pembatasan senjata nuklir
c.    Penghargaan Internasional: Nobel, Aga Khan, Ramon Mag Sae-Sae
d.    Kunjungan bilateral: Prancis-Uni Soviet
20.              PROXY WAR:
Proxy war adalah perang akibat perang antara AS(blok barat/liberalis/kapitalis) dan Uni soviet (blok timur/komunis/sosialis). Contoh: Perang korea utara (komunis) dan korea selatan (demokratis), perang vietnam utara (komunis) dan vietnam selatan (liberalis), Kuba (komunis) dan AS (liberalis).
21.              POLITIK PEMBENDUNGAN
Adalah memberikan peringatan bagi negara yang melakukan ekspansi untuk menghentikan aksinya dengan cara menegaskan batasan teritorial yang sudah tidak dapat ditoleransi, yang jika dilanggar maka akan memicu serangan balasan.
NATO merupakan politik pembendungan AS terhadap uni soviet
SEATO terhadap RRC, ANZUS
22.              KERAJAAN MAJAPAHIT
Raden Wijaya menantu Kertanegara berhasil melarikan diri ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja, bupati Sumenep. Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan dari Arya Wiraraja, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan membuka hutan Tarik yang terletak di dekat Sungai Brantas. Dengan bantuan orang-orang Madura, pembukaan hutan Tarik dibuka dan diberi nama Majapahit.

Kemudian datanglah pasukan Tartar yang dikirim Kaisar Kubilai Khan untuk menghukum raja Jawa. Walaupun sudah mengetahui Kertanegara sudah meninggal, tentara Tartar bersikeras mau menghukum raja Jawa. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang. Jayakatwang berhasil dihancurkan. Pada waktu tentara Tartar hendak kembali kepelabuhan, Raden Wijaya menghancurkan tentaraTartar, Setelah berhasil mengusir tentara Tartar, Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1293.

Kertarajasa meninggal pada tahun 1309. Satu-satunya putra yang dapat menggantikannya adalah Kalagamet. la dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan gelar Sri Jayanagara. Ia bukanlah raja yang cakap. Selain itu ia juga mendapatkan banyak pengaruh dari Mahapati. Akibatnya masa pemerintahannya diwarnai dengan adanya beberapa kali pemberontakan.

Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, pada tahun 1319. Kuti berhasil menduduki ibukota Majapahit, sehingga Jayanagara harus melarikan diri ke desa Bedander yang dikawal oleh pasukan Bhayangkari dipimpin oleh Gajah Mada. Pemberontakan Kuti ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada tahun 1328 Jayanagara mangkat dibunuh oleh tabib istana, Tanca. Tanca kemudian dibunuh oleh Gajah Mada. Jayanagara tidak meninggalkan keturunan.

Karena Jayanagara tidak mempunyai keturunan, maka yang berhak memerintah semestinya adalah Gayatri atau Rajapatni. Akan tetapi Gayatri telah menjadi bhiksuni. Maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. la menikah dengan Kertawardhana. Dari perkawinan ini lahirlah Hayam Wuruk. Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta. Pemberontakan yang berbahaya ini dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Mangkubumi Majapahit. Pada saat pelantikan, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.

Pada tahun 1350 M, lbu Tribhuwanatunggadewi, Gayatri meninggal. Sehingga Tribhuwana turun tahta. Penggantinya adalah putranya yang bernama Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanagara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada sebagai Mahapatihnya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dengan Sumpah Palapa-nya Gajah Mada berhasil menguasai seluruh kepulauan Nusantara ditambah dengan Siam, Martaban (Birma), Ligor, Annom, Campa dan Kamboja.

Pada tahun 1364, Patih Gajah Mada wafat ditempat peristirahatannya, Madakaripura, di lereng Gunung Tengger. Setelah Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk menemui kesulitan untuk menunjuk penggantinya. Akhirnya diputuskan bahwa pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri.

Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389. Ia disemayamkan di Tayung daerah Berbek, Kediri.  Seharusnya yang menggantikan adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani. Namun ia menyerahkan kekuasaannya kepada suaminya, Wikramawardhana. Sementara itu Hayam Wuruk juga mempunyai anak laki-laki dari selir yang  bernama Bhre Wirabhumi yang telah mendapatkan wilayah keuasaan di Kedaton Wetan (Ujung Jawa Timur). Pada tahun 1401 hubungan Wikramawardhana dengan Wirabhumi berubah mejadi perang saudara yang dikenal sebagai Perang Paregreg. Pada tahun 1406 Wirabhumi dapat dikalahkan di dibunuh. Tentu saja perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit. Sehingga banyak wilayah-wilayah kekuasaannya melepaskan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar